View project Read more
Seperti yang pernah saya ceritakan di posting sebelumnya tentang Pa Cingkam.
Tokoh rekaan saya ini idenya berasal dari cerita pengantar tidur alm. nenek saya dulu. Beliau bercerita tentang tokoh bernama 'Merek Cingkam', tokoh yang pintar-pintar bodoh. Dengan pekerjaan utamanya 'Perlanja Sira' dan pekerjaan sampingannya serabutan.

Berawal dari tokoh itu kemudian lahirlah Pa Cingkam atau Pak Cingkam. Pernah terbit teratur di tabloid bulanan SORAMIDO.

Profesi Pa Cingkam disini adalah seorang petani. Petani yang lugu dan hobi komentar sana sini.






Gambar di atas, Pa Cingkam yang masih dalam proses sketsa ulang. Belum selesai. 
Ada beberapa bagian yang saya ganti.
Hasil akhirnya nanti akan saya posting kembali.


0 comments
Beberapa waktu yang lalu saya teringat cerita pengantar tidur yang dulu diceritakan alm. nenek saya, waktu saya masih kecil tentunya. Dua nenek saya, keduanya hobi bercerita kepada cucu-cucunya. Dan ajaibnya, tokoh-tokoh yang diceritakan beliau berdua tak pernah sama. Jadi saya nyaris tak mengalami pengulangan cerita. :-)

Salah satunya tentang tokoh yang bernama 'Merek Cingkam'. 

Berdasarkan sisa-sisa ingatan saya, tokoh ini 'pin-pin bo' alias 'pintar-pintar bodoh'. 
Silahkan menterjemahkan sendiri konsep 'pin-pin bo' ini... :-)
Pekerjaannya srabutan, terkadang kernet bus, terkadang perlanja sira.
Perlanja sira ini adalah salah satu profesi Orang Karo yang sudah punah.
Jelasnya profesi perlanja sira ini bisa anda lihat di blog kutaraya0405.
Seperti inilah Perlanja Sira itu

Iseng-iseng saya mencoba bertanya pada mbah Google tentang 'Merek Cingkam' ini.
Dan hasilnya adalah : hutan lindung Merek Cingkam, desa Pasar Baru, kecamatan Sibolangit, Deli Serdang. Tak ada satupun yang bercerita tentang si tokoh seperti yang diceritakan nenek saya. Saya penasaran, apakah nenek-nenek lain (dari suku Karo tentunya) tak menceritakan tokoh Merek Cingkam ini pada cucunya? Sehingga tak ada yang menceritakan kembali pada generasi sekarang.

Nah, saya pernah membuat tokoh kartun yang inspirasinya saya ambil dari tokoh Merek Cingkam ini. Saya beri nama Pa Cingkam. Kartun ini pernah dimuat rutin di tabloid Karo Soramido. Sayangnya karena kesibukan, saya sudah lama tak mengirim kartun Pa Cingkam ini ke Soramido (maafkan saya Soramido...).
Saya berencana redesign ulang tokoh Pa Cingkam ini. Karena itu, buat yang mengetahui cerita tentang tokoh Merek Cingkam ini, mohon informasinya dibagikan. Saya sangat mengharapkan informasinya.
Dan buat yang penasaran sosok kartun Pa Cingkam yang saya buat dipersilahkan melihatnya di label cartoon strip di bog ini. Atau bisa melihat salah satunya disini.








0 comments
Mungkin beberapa dari anda mengenal logo di bawah ini...





















Atau bisa jadi tidak mengenal sama sekali...

Nah, untuk itulah dibuat 'Kuesioner Nordwand', tujuannya antara lain :

1. Untuk mendapatkan masukan seperti apakah tas ransel (daypack) 
    yang disukai konsumen saat ini.
2. Sejauh manakah konsumen mengenal produk & brand NORDWAND.

Untuk mempermudah anda dalam kuesioner tersebut juga ada beberapa tipe jawaban:
a. Isian singkat dan jelas.
b. Memberi tanda centang untuk jawaban yang dipilih. 
c. Pilihan berganda.
d. Memberi skala untuk jawaban yang dipilih.

Jadi...mari luangkan waktu sejenak buat mengisi kuesioner ini.
Silahkan klik link KUESIONER NORDWAND berikut.

Terima kasih atas perhatiannya.



UPDATE
Brand ini sudah tidak diproduksi lagi, terima kasih banyak buat yang sudah berkenan mengisi kuesioner ini.


0 comments


Nah, jujur saja, saya baru tahu nih kalau ternyata ada beberapa gaya menggambar komik.
Mari kita simak bersama-sama, sumbernya saya sadur dari sini.

----------------------------------------------


Menggambar komik di seluruh dunia mempunyai empat klasifikasi atau aliran gaya gambar utama.
1. Cartoon Style atau gaya gambar lucu.
Kartun artinya gambar lucu, jangan bingung dengan animasi kartun (cartoon animation). Cartoon animationatau animasi kartun artinya animasi gambar lucu.
Ada beberapa contoh tokoh-tokoh dengan gaya kartun di sejumlah bagian negara. Contoh gaya gambar kartun di Amerika Serikat dan Eropa, antara lain Mighty Mouse, Donald Duck, Asterix & Obelix, Tintin, Bill & Bull, Smurf, dan lain sebagainya. Di Jepang, ada Sin Chan, Kobo Chan, Doraemon, dan lain-lain. Indonesia juga punya tokoh kartun, di antaranya Panji Koming, Timun, Benny & Mice, Kompopilan, dan lainnya.
2. Semicartoon Style atau semirealism style.
Gaya gambar ini merupakan gabungan gaya realis dan kartun. Karikatur adalah ciri paling khas dari gaya ini. Ada banyak pula gaya-gaya lainnya tergantung dari kemampuan menggambar realis dan kartun yang digabungkan. Ini merupakan level atau tingkatan dari pembuat komik atau comic artist itu sendiri.
Aliran semirealis atau semikartun ini juga banyak sekali variasinya. Contoh gaya gambar di Amerika Serikat antara lain Teen Titans, Batman gaya semikartun. Gambar semikartun di Jepang bisa dilihat pada Sailormoon, Dragon Ball, Naruto, dan sebagainya. Adapun semikartun lokal antara lain Sawung Kampret, Doyok, Ali Topan, dan lain-lain.
3. Realism Style atau gaya gambar realis
Gaya gambar komik dibuat semirip mungkin (cenderung) mendekati anatomi dan fisiologi, postur tubuh, wajah, dan ras manusia atau satwa, tumbuhan dan makhluk cerdas lainnya. Aliran realis menampilkan gaya gambar manusia yang mengarah pada wajah ras dari mana komik tersebut berasal. Jika pembuat komiknya dari Jepang, misalnya, maka gambar wajah yang digambar cenderung wajah ras orang Jepang. Demikian juga komikus Amerika Serikat atau Eropa, mereka cenderung membuat gambar wajah Caucasian.
Sama halnya dengan ras negro, Timur Tengah, India, dan negara kita Indonesia, akan cenderung untuk membuat komik dengan gaya gambar realis dari rasnya sendiri.
Contoh gaya realis dari AS dan Eropa adalah Kingdom Come, Trigan, Storm, dan Justice. Jepang punya gaya realis pada komik Y’s, City Hunter, dan Crying Freeman. Indonesia juga punya, yakni Godam, Gundala, Caroq, Alia, Komodo, dan sebagainya.
4. Fine Art Style
Gaya gambar fine art adalah gaya gambar di mana komikus menggambar sesuai dengan apa yang timbul di pikirannya, tanpa melihat orang tersebut punya latar belakang seni atau tidak. Hasil karyanya cenderung dekoratif atau abstrak.
Tujuan utama pembuatan gambar fine art adalah rasa seni itu sendiri tanpa diikat oleh bentuk kartun, semikartun, dan realis. Tidak terikat pula oleh aturan perspektif, pencahayaan, maupun shading.
Nah, setelah Anda tahu di kelompok mana gaya gambar yang Anda buat, Anda akan mudah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan gambar-gambar yang ada.

0 comments

(Camping Illustration)

Beberapa ilustrasi petualangan (adventure illustration) yang saya buat. 
Ilustrasi ini tadinya mau dipasang di botol minum dan mug.
Ilustrasinya terdiri dari 3 jenis aktifitas. 
Camping illustration (atas), Cycling IllustrationClimbing Illustration (bawah).

(Cycling Illustration)

(Climbing Illustration)


0 comments