View project Read more
09 Juli 2009

PILPRES & PILEG 2009 usai sudah...meninggalkan banyak cerita yang harusnya menjadi pekerjaan rumah pemerintah yang terpilih, terutama sebagai bahan pelajaran buat Pemilu selanjutnya. Semoga tidak terulang lagi apa yang terjadi sekarang ini.

Mulai dari persoalan DPT yang ternyata belum juga usai dan menyisakan banyak persoalan (Di Ngawi, Jawa Timur, DPT pilpres menggunakan DPT pileg yang terus menuai keluhan masyarakat. DPT pilpres sama dengan DPT pileg). Keputusan MA memberikan kelonggaran memilih menggunakan KTP & KK juga ternyata tidak terlalu berhasil. Masih banyak pemilih yang enggan menggunakannya. Masalah penggunaan tinta, sebagai tanda sudah memilih, yang mudah luntur. Sampai pasangan Capres & Wapres yang tidak bisa menerima kekalahan (merasa terlalu banyak kecurangan).

Demikianlah...kartun ini dibuat bukan bermaksud menghina ataupun merendahkan salah satu pihak tapi....mengingatkan di kemudian hari kelak.....semoga saja!

HAK PILIH


UNDANGAN MEMILIH


7 comments
08 Juni 2009




Setelah sekian lama absen ngeblog. Ada kasus yang bisa jadi ide 'ngartun', Manohara & ibu Prita.
Kalau yang pertama..ah, males banget, terlalu banyak bumbu, seperti sinetron. Lagipula berawal dari kesalahan sendiri. Nah, kalau kasus Ibu Prita, bukan sekedar berurai air mata tapi juga bikin geram karena ternyata di negara yang sedang belajar berdemokrasi keadilan itu 'abu-abu'! Keadilan buat siapa dulu?

Buat warga negara di negara yang sedang belajar berdemokrasi, berhati-hatilah menyuarakan suaramu sendiri.
Buat setiap konsumen di negara yang sedang belajar berdemokrasi, ternyata konsumen itu bukan raja! Kalau anda merasa dirugikan terpaksalah berbesar hati dan mengelus dada.
Buat setiap RS di negara yang sedang belajar berdemokrasi, ingatlah anda adalah seorang tabib bukan jaksa penuntut!
Buat para bloger dan miliser di negara yang sedang belajar berdemokrasi, memang kita bersuara di dunia maya tapi hukumannya ternyata 100% nyata!
Buat para koruptor di negara yang sedang belajar berdemokrasi, selamat! beruntunglah anda! walaupun sudah merugikan negara dengan nilai M dan T, anda bebas! Bandingkan dengan seorang ibu yang hanya bersuara di dunia maya dituntut 6 tahun...
Buat negara yang sedang belajar berdemokrasi, tega-teganya memisahkan seorang ibu dari anak-anaknya atas nama demokrasi.

Ahhh...namanya juga sedang belajar ya...
tapi...
mau sampai kapan begini terus...


4 comments


Ikutan kontes kartun ini..17th EURO-KARTOENALE KRUISHOUTEM 2009

Bela-belain dan terburu-buru..hasilnya memang tidak maksimal.
Cerita dibalik ikut kompetisi ini...
Tahu kompetisi ini dari Irancartoon dan sempat berniat tak ikutan tapi...karena dulu pernah ikutan kartun ini..eh..ternyata dikirimin lagi formulirnya..jadilah ikutan.
Pengiriman lewat pos. Ini juga jadi pengalaman tersendiri. Entah kenapa waktu mengirim kartun ini (lewat kantor pos pusat Bandung) antrinya luar biasa! Padahal pakai kilat khusus!
Dan ternyata..seminggu kemudian di webnya ada info akhirnya diperbolehkan mengirim via e-mail..halah! Ampun deh..knapa tidak dari awal...

Begitulah...

4 comments


Dulu..hand phone/mobile phone/hp/hape adalah barang mewah, ingat waktu jaman mobile phone masih sebesar batu bata. Rasanya cool banget bawa-bawa mobile phone walaupun pasti susah disimpannya. Sekarang dengan ukuran seperti sekarang ini hape bukan barang mewah lagi, mudah dibawa kemana-mana, operatornya banyak dan harganya murah. Sekarang ini siapa saja bisa punya hape, sampai-sampai ada iklan "hari gini nggak punya hand phone???". Adalah memalukan kalau sampai nggak punya hand phone. Ojeg saja sekarang ini bisa dipesan via hape bahkan di Medan kabarnya 'betor' (becak motor) pun dipesan lewat hape. Pengemudi ojeg & betor ini masing-masing punya hape untuk berhubungan dengan pelanggannya.
Sekarang ini rata-rata tiap orang minimal punya 1 hape bahkan ada yang punya 2-3 buah. Bayangkan ada berapa penduduk Indonesia ini, lebih luas lagi bayangkan ada berapa penduduk dunia ini, masing-masing punya 1-2 buah hape. Berapakah jumlah hape beredar di dunia ini? Belum lagi tingkat perputarannya lumayan cepat. Selalu saja ada hape keluaran terbaru.
Kemanakah semua hape ini akan berakhir apabila sudah tak terpakai? Didaur ulang atau dibuang begitu saja?
Polusi lagi deh...
8 comments


Menjelang Pemilu 2009 ini coba lihat sekitar kita, ada spanduk, baliho, poster, selebaran, dan banyak lagi. Isinya ada mulai dari ajakan, mohon doa restu, sampai peringatan jangan salah pilih. Masalahnya semua spanduk, baliho, poster dan lain sebagainya itu dipajang bukan pada tempat yang tepat. Asal pasang. Yang penting kelihatan, tidak peduli bikin sumpek mata! Polusi visual! Bertebaran di sepanjang jalan saingan dengan iklan (iseng-iseng coba perhatikan gaya calon wakil rakyat kita itu di poster ataupun selebaran..semuanya sama! sengihnampakgigi).
Sampai-sampai pohonpun dikorbankan, tak jarang poster-poster itu dipaku ke batang pohon. Belum lagi bendera-bendera parpol pendukung calon wakil rakyat kita ini nangkring dengan megahnya di puncak-puncak pohon itu.

Bagaimana ini..belum jadi wakil rakyat saja anda-anda ini sudah bikin susah..

Silahkan ber-kampanye tapi perhatikan tempatnya donk! Jangan cuma mau 'suara' kami tapi hargai juga 'mata' kami..
2 comments


Semenjak heboh 'kartun nabi' yang bermuatan pelecehan agama itu, kartun jadi naik daun. Iseng-iseng searching 'kartun' pakai Mr. Google maka yang ditampilkan semuanya bermuatan 'kartun nabi' itu. Luar biasa!
Itulah makanya kartun bisa jadi dikatakan pedang bermata dua. Jika digunakan oleh pendekar kartun berwatak baik maka jadilah kartun yang bisa menghibur dan membuat dunia tersenyum. Tapi kalau jatuh ke tangan pendekar kartun berwatak jahat maka jadilah kartun itu menaikkan temperatur emosi dan mengundang hujatan plus makian. Ujung-ujungnya..bisa konflik SARA.

Jadi..wahai saudara sekartunis, berhati-hatilah menggunakan kartunmu.
Pergunakan sebaik-baiknya ELEMEN KEDUA-MU (Lebih jelasnya silahkan baca posting sebelumnya sengihnampakgigi)

Salam kartun
15 comments