View project Read more

Banyak defenisi atau penjelasan tentang desain kita jumpai, berbagai sumber bisa kita dapatkan, baik itu lewat literatur ataupun internet.

Disini saya mencoba menyimpulkan tentang arti/makna desain, berdasarkan pengalaman pribadi saya dan gabungan beberapa definisi yang ada.


Desain merupakan perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur.
Kata 'desain' dapat digunakan sebagai kata benda maupun kata kerja. 
Sebagai kata kerja, 'desain' memiliki arti proses untuk membuat dan menciptakan obyek baru. Sebagai kata benda, 'desain' digunakan untuk menyebut hasil akhir dari sebuah proses kreatif, baik itu berwujud sebuah rencana, proposal, atau berbentuk benda nyata.
Dalam artian yang lebih luas, desain merupakan seni terapan dan rekayasa yang berintegrasi dengan teknologi.
Jadi dapat dikatakan, desain merupakan sebuah konsep tentang sesuatu dan merupakan langkah awal sebelum memulai membuat/menciptakan sesuatu tersebut.

Proses desain pada umumnya memperhitungkan aspek fungsi, estetika, dan berbagai macam aspek lainnya dengan sumber data yang didapatkan dari riset, pemikiran, brainstorming, maupun dari desain yang sudah ada sebelumnya.
Sehingga bisa dibilang bahwa sebuah desain merupakan bentuk perumusan dari berbagai unsur termasuk berbagai macam pertimbangan di dalamnya.



0 comments
















Senang sekali ternyata cukup banyak yang merespon Angklung 100% Indonesia. Rata- rata ingin menjadikannya kartu pos bahkan ada yang kartu nama. 
Buat saya sama sekali tidak masalah. 
Asalkan...bukan untuk keperluan komersial!
Kalau untuk kartu pos saya mohon cantumkan blog ini sebagai sumbernya. Dan kalau untuk kartu nama, saya kembalikan kebijakannya kepada si pembuat kartu nama. Kalau memungkinkan mencantumkan sumbernya, ya mohon dicantumkan. kalaupun tidak saya masih bisa memahami karena keterbatasan bidang.
Sekali lagi, selama tidak untuk keperluan komersial dipersilahkan menggunakan ilustrasi angklung tersebut.
Oh ya, satu lagi, sedikit berlelah-lelah, saya mohon hasil penggunaan ilustrasi Angklung 100% Indonesia supaya difoto dan dikirimkan ke email saya. Buat dokumentasi saya.

Terima kasih atas perhatiannya dan terima kasih juga sudah mau mengenalkan Indonesia ke dunia luar.


Salam.

0 comments
Berani! Berani mengambil resiko.
Tema tshirt kali ini, sebuah slogan tentang keberanian. 
Keberanian itu tak jauh-jauh dari resiko. Keberanian mengambil resiko.
Salah satu quotes tentang keberanian dari Walt Disney :
'Semua mimpi kita dapat menjadi kenyataan, jika kita punya keberanian untuk mewujudkannya'
Nah, berani mengambil resiko? Maka semua mimpi anda akan terwujud!

Untuk keterangan lebih lengkap bisa dilihat di Joomatha Tees.


























0 comments
T-Shirt ini gabungan antara tema go green dengan quotes (kata-kata bijak).
Menghargai pohon dan 'mengingatkan' kalau pohon itu dikenal karena buahnya.
Jadi jangan sombonglah kalau anda itu sebatang pohon besar karena anda itu bisa dikenal karena buah yang kecil. Bijaksana sekali yaaa... :) 

Untuk keterangan lebih lengkap bisa dilihat di Joomatha Tees.
























0 comments
Seperti yang pernah saya ceritakan di posting sebelumnya tentang Pa Cingkam.
Tokoh rekaan saya ini idenya berasal dari cerita pengantar tidur alm. nenek saya dulu. Beliau bercerita tentang tokoh bernama 'Merek Cingkam', tokoh yang pintar-pintar bodoh. Dengan pekerjaan utamanya 'Perlanja Sira' dan pekerjaan sampingannya serabutan.

Berawal dari tokoh itu kemudian lahirlah Pa Cingkam atau Pak Cingkam. Pernah terbit teratur di tabloid bulanan SORAMIDO.

Profesi Pa Cingkam disini adalah seorang petani. Petani yang lugu dan hobi komentar sana sini.






Gambar di atas, Pa Cingkam yang masih dalam proses sketsa ulang. Belum selesai. 
Ada beberapa bagian yang saya ganti.
Hasil akhirnya nanti akan saya posting kembali.


0 comments
Beberapa waktu yang lalu saya teringat cerita pengantar tidur yang dulu diceritakan alm. nenek saya, waktu saya masih kecil tentunya. Dua nenek saya, keduanya hobi bercerita kepada cucu-cucunya. Dan ajaibnya, tokoh-tokoh yang diceritakan beliau berdua tak pernah sama. Jadi saya nyaris tak mengalami pengulangan cerita. :-)

Salah satunya tentang tokoh yang bernama 'Merek Cingkam'. 

Berdasarkan sisa-sisa ingatan saya, tokoh ini 'pin-pin bo' alias 'pintar-pintar bodoh'. 
Silahkan menterjemahkan sendiri konsep 'pin-pin bo' ini... :-)
Pekerjaannya srabutan, terkadang kernet bus, terkadang perlanja sira.
Perlanja sira ini adalah salah satu profesi Orang Karo yang sudah punah.
Jelasnya profesi perlanja sira ini bisa anda lihat di blog kutaraya0405.
Seperti inilah Perlanja Sira itu

Iseng-iseng saya mencoba bertanya pada mbah Google tentang 'Merek Cingkam' ini.
Dan hasilnya adalah : hutan lindung Merek Cingkam, desa Pasar Baru, kecamatan Sibolangit, Deli Serdang. Tak ada satupun yang bercerita tentang si tokoh seperti yang diceritakan nenek saya. Saya penasaran, apakah nenek-nenek lain (dari suku Karo tentunya) tak menceritakan tokoh Merek Cingkam ini pada cucunya? Sehingga tak ada yang menceritakan kembali pada generasi sekarang.

Nah, saya pernah membuat tokoh kartun yang inspirasinya saya ambil dari tokoh Merek Cingkam ini. Saya beri nama Pa Cingkam. Kartun ini pernah dimuat rutin di tabloid Karo Soramido. Sayangnya karena kesibukan, saya sudah lama tak mengirim kartun Pa Cingkam ini ke Soramido (maafkan saya Soramido...).
Saya berencana redesign ulang tokoh Pa Cingkam ini. Karena itu, buat yang mengetahui cerita tentang tokoh Merek Cingkam ini, mohon informasinya dibagikan. Saya sangat mengharapkan informasinya.
Dan buat yang penasaran sosok kartun Pa Cingkam yang saya buat dipersilahkan melihatnya di label cartoon strip di bog ini. Atau bisa melihat salah satunya disini.








0 comments
Mungkin beberapa dari anda mengenal logo di bawah ini...





















Atau bisa jadi tidak mengenal sama sekali...

Nah, untuk itulah dibuat 'Kuesioner Nordwand', tujuannya antara lain :

1. Untuk mendapatkan masukan seperti apakah tas ransel (daypack) 
    yang disukai konsumen saat ini.
2. Sejauh manakah konsumen mengenal produk & brand NORDWAND.

Untuk mempermudah anda dalam kuesioner tersebut juga ada beberapa tipe jawaban:
a. Isian singkat dan jelas.
b. Memberi tanda centang untuk jawaban yang dipilih. 
c. Pilihan berganda.
d. Memberi skala untuk jawaban yang dipilih.

Jadi...mari luangkan waktu sejenak buat mengisi kuesioner ini.
Silahkan klik link KUESIONER NORDWAND berikut.

Terima kasih atas perhatiannya.



UPDATE
Brand ini sudah tidak diproduksi lagi, terima kasih banyak buat yang sudah berkenan mengisi kuesioner ini.


0 comments


Nah, jujur saja, saya baru tahu nih kalau ternyata ada beberapa gaya menggambar komik.
Mari kita simak bersama-sama, sumbernya saya sadur dari sini.

----------------------------------------------


Menggambar komik di seluruh dunia mempunyai empat klasifikasi atau aliran gaya gambar utama.
1. Cartoon Style atau gaya gambar lucu.
Kartun artinya gambar lucu, jangan bingung dengan animasi kartun (cartoon animation). Cartoon animationatau animasi kartun artinya animasi gambar lucu.
Ada beberapa contoh tokoh-tokoh dengan gaya kartun di sejumlah bagian negara. Contoh gaya gambar kartun di Amerika Serikat dan Eropa, antara lain Mighty Mouse, Donald Duck, Asterix & Obelix, Tintin, Bill & Bull, Smurf, dan lain sebagainya. Di Jepang, ada Sin Chan, Kobo Chan, Doraemon, dan lain-lain. Indonesia juga punya tokoh kartun, di antaranya Panji Koming, Timun, Benny & Mice, Kompopilan, dan lainnya.
2. Semicartoon Style atau semirealism style.
Gaya gambar ini merupakan gabungan gaya realis dan kartun. Karikatur adalah ciri paling khas dari gaya ini. Ada banyak pula gaya-gaya lainnya tergantung dari kemampuan menggambar realis dan kartun yang digabungkan. Ini merupakan level atau tingkatan dari pembuat komik atau comic artist itu sendiri.
Aliran semirealis atau semikartun ini juga banyak sekali variasinya. Contoh gaya gambar di Amerika Serikat antara lain Teen Titans, Batman gaya semikartun. Gambar semikartun di Jepang bisa dilihat pada Sailormoon, Dragon Ball, Naruto, dan sebagainya. Adapun semikartun lokal antara lain Sawung Kampret, Doyok, Ali Topan, dan lain-lain.
3. Realism Style atau gaya gambar realis
Gaya gambar komik dibuat semirip mungkin (cenderung) mendekati anatomi dan fisiologi, postur tubuh, wajah, dan ras manusia atau satwa, tumbuhan dan makhluk cerdas lainnya. Aliran realis menampilkan gaya gambar manusia yang mengarah pada wajah ras dari mana komik tersebut berasal. Jika pembuat komiknya dari Jepang, misalnya, maka gambar wajah yang digambar cenderung wajah ras orang Jepang. Demikian juga komikus Amerika Serikat atau Eropa, mereka cenderung membuat gambar wajah Caucasian.
Sama halnya dengan ras negro, Timur Tengah, India, dan negara kita Indonesia, akan cenderung untuk membuat komik dengan gaya gambar realis dari rasnya sendiri.
Contoh gaya realis dari AS dan Eropa adalah Kingdom Come, Trigan, Storm, dan Justice. Jepang punya gaya realis pada komik Y’s, City Hunter, dan Crying Freeman. Indonesia juga punya, yakni Godam, Gundala, Caroq, Alia, Komodo, dan sebagainya.
4. Fine Art Style
Gaya gambar fine art adalah gaya gambar di mana komikus menggambar sesuai dengan apa yang timbul di pikirannya, tanpa melihat orang tersebut punya latar belakang seni atau tidak. Hasil karyanya cenderung dekoratif atau abstrak.
Tujuan utama pembuatan gambar fine art adalah rasa seni itu sendiri tanpa diikat oleh bentuk kartun, semikartun, dan realis. Tidak terikat pula oleh aturan perspektif, pencahayaan, maupun shading.
Nah, setelah Anda tahu di kelompok mana gaya gambar yang Anda buat, Anda akan mudah mengidentifikasi dan mengklasifikasikan gambar-gambar yang ada.

0 comments

(Camping Illustration)

Beberapa ilustrasi petualangan (adventure illustration) yang saya buat. 
Ilustrasi ini tadinya mau dipasang di botol minum dan mug.
Ilustrasinya terdiri dari 3 jenis aktifitas. 
Camping illustration (atas), Cycling IllustrationClimbing Illustration (bawah).

(Cycling Illustration)

(Climbing Illustration)


0 comments
Ini beberapa kartun lagi kelanjutan dari sebelumnya.
Dan saya coba juga tampilkan beberapa info tentang angklung dari Wikipedia.





Angklung adalah alat musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam masyarakat berbahasa Sunda di Pulau Jawa bagian barat. Alat musik ini dibuat dari bambu, dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. 
Laras (nada) alat musik angklung sebagai musik tradisi Sunda kebanyakan adalah salendro dan pelog.
Angklung terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Non bendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

Asal-usul
Tidak ada petunjuk sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Nusantara.
Catatan mengenai angklung baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16). 

Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. 
Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). 
Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. 
Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.
Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.

Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.

Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.

Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.

Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena, tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda — mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.




1 comments
Beberapa waktu lalu saya menemukan web ini 'Angklung is Indonesia', jadi teringat beberapa kartun yang pernah saya buat tentang angklung.
Jadi...sekalian mendukung gerakan 'Angklung is Indonesia', kartun yang saya buat di-upload disini.
Buat 'tetangga yang katanya serumpun', yang suka mengaku-ngaku mudah-mudahan menyadari kesalahannya dan tidak melakukannya lagi... :-)


'Angklung 100% Indonesia!'





Buat yang tertarik menjadikannya atribut Kampanye Angklung, diijinkan copas, tetapi dimohon mencantumkan sumbernya ya. 

Sekali lagi khusus Kampanye Angklung, tidak untuk kegiatan komersial!

Semoga akan semakin banyak orang yang tergerak dan peduli dengan warisan budaya Indonesia, salah satunya Angklung ini.


8 comments



Ide NORWAND T-Shirt kali ini adalah Peta & Petualang alias adventurer.
Setiap petualang pasti membutuhkan peta, petualang tanpa peta ibarat sayuran tanpa garam.
Wisdom word yang dipilih juga mendukung image petualang & peta.

Berminat? Silahkan buru-buru ke showroom atau counter EIGER terdekat.


UPDATE
Brand & produk ini sudah tidak diproduksi lagi.

0 comments



NORDWAND T-Shirt dengan tema footsteps.
T-Shirt ini salah satu hasil karya saya.
NORDWAND adalah brother brand alias 'adiknya' EIGER.

Sekalian promosi disini...hehehe...

Yang berminat silahkan buru-buru ke showroom atau counter EIGER terdekat.




UPDATE
Brand & produk ini sudah tidak diproduksi lagi.

2 comments



Desain t-shirt dalam rangka kemerdekaan RI.
Jujur saja saya pribadi mulai kehilangan kebanggaan menjadi bagian dari negara ini.
Entah apa lagi yamg bisa dibanggakan dari negara ini.
Bayangkan saja...seluruh lembaga negaranya diisi oleh mafia!

Walaupun begitu saya masih punya secercah harapan...
Kalau kita tak bisa lagi berharap pada para pemimpin bangsa ini biarlah kita sendiri yang memulai, biarlah kita sendiri yang merubah masa depan bangsa ini.
Lupakan masa lalu...
Lupakan mafia-mafia itu...
Jangan mau terlibat dengan mafia-mafia itu!
Sekecil apapun hindari pemberian-pemberian yang tak perlu.
Bersama kita bisa!
Dan bersama Tuhan juga tentunya.


0 comments



Date Picture Taken : 17.01.2010
Camera Model : FinePix A800
Location : Sisi lain 'Simalem Resort' (Merek, Sidikalang, Sumut)
Program : Adobe Photoshop CS2

Foto lama oleh-oleh liburan ke Medan.
Sedikit olah digital dengan Photoshop CS2.
Lain waktu saya cerita tentang lokasi ini, sangat indah....


0 comments